Fisikawan 3D-Print dengan Es, Membuka Kemungkinan Baru untuk Luar Angkasa dan Kedokteran

15
Fisikawan 3D-Print dengan Es, Membuka Kemungkinan Baru untuk Luar Angkasa dan Kedokteran

Sebuah tim fisikawan di Belanda telah mencapai terobosan dalam manufaktur aditif: struktur pencetakan 3D yang seluruhnya terbuat dari es. Ini bukan sekedar demonstrasi yang meriah—teknik ini memanfaatkan prinsip-prinsip fisika dasar dengan potensi penerapan yang luas, mulai dari membuat saluran internal pada material hingga memungkinkan konstruksi di lokasi di lingkungan seperti Mars.

Ilmu Pengetahuan Dibalik Fabrikasi Beku

Prosesnya bergantung pada pendinginan evaporatif, sebuah fenomena umum seperti keringat yang menguap dari kulit dan secanggih atom yang didinginkan dengan laser. Dengan menyemprotkan air ke dalam ruang vakum tinggi, tim memanfaatkan seberapa cepat cairan menguap ketika tekanan udara turun. Saat molekul air berubah menjadi uap, mereka membawa panas, dengan cepat membekukan sisa cairan.

Kuncinya terletak pada nosel 16 mikrometer yang memaksimalkan luas permukaan untuk pendinginan yang efisien. Hal ini memungkinkan air turun puluhan derajat Fahrenheit dalam waktu kurang dari satu detik, langsung membeku saat bersentuhan dengan permukaan. Ini merupakan langkah maju yang besar: metode pencetakan es yang ada memerlukan bahan tambahan yang mahal atau infrastruktur kriogenik (seperti nitrogen cair).

Cara Kerja Printer 3D

Para peneliti mengintegrasikan jet air mereka ke dalam printer 3D standar yang ditempatkan di dalam ruang vakum. Sistem kontrol gerakan printer mengarahkan jet dengan presisi, seperti halnya menangani resin. Elemen penting adalah penundaan 0,5 detik antara pengendapan tetesan dan pembekuan. Jendela ini memungkinkan beberapa tetesan bergabung sebelum memadat, disatukan oleh tegangan permukaan.

Setelah pencetakan selesai, ruang hampa dilepaskan, dan es mencair dengan bersih, tidak meninggalkan residu. Bukti konsepnya: pohon Natal berukuran 3,14 inci, namun implikasinya jauh lebih besar.

Melampaui Dekorasi: Penerapan di Dunia Nyata

Potensi penggunaan teknik ini sangat signifikan:

  • Struktur Berongga: Es dapat dicetak sebagai lapisan pengorbanan dalam bahan resin atau polimer. Setelah dicetak, esnya mencair, menciptakan saluran yang bersih dan rumit.
  • Rekayasa Jaringan: Metode ini dapat diadaptasi untuk aplikasi bedah, sehingga berpotensi menyederhanakan pembuatan perancah biologis yang kompleks.
  • Eksplorasi Luar Angkasa: Mungkin yang paling menakjubkan, kondisi tekanan rendah yang diperlukan untuk pencetakan dapat dicapai di Mars. Astronot secara teoritis dapat mencetak struktur 3D dari endapan es lokal tanpa alat kriogenik yang besar.

“Ini bukan keajaiban Natal—ini keajaiban fisika,” tulis para peneliti.

Kemampuan mencetak dengan es murni, tanpa bahan tambahan, menyederhanakan proses dan menghilangkan pemborosan. Fleksibilitas metode ini menunjukkan bahwa pencetakan 3D berbasis pendinginan evaporatif dapat menjadi alat yang ampuh di berbagai industri.