Ilmuwan Memecahkan Kode Komunikasi Anjing Laut Biksu Hawaii, Mengungkap Panggilan Bawah Air yang Kompleks

29

Selama beberapa dekade, para ilmuwan telah mempelajari biologi, pergerakan, dan tren populasi anjing laut biarawan Hawaii yang terancam punah (perkiraan populasi liar: 1.600). Namun, hingga saat ini, komunikasi bawah air mereka masih menjadi misteri. Penelitian baru, yang diterbitkan pada tahun 2021, telah mengubah hal tersebut, dengan mengungkap 20 panggilan yang sebelumnya tidak terdokumentasikan di antara 25 vokalisasi yang berbeda. Penemuan ini bukan hanya tentang membuat katalog suara; ini tentang memahami bagaimana anjing laut berinteraksi, berburu, dan bertahan hidup di lautan yang berubah dengan cepat.

Dunia Sunyi Terungkap

Para peneliti dari Universitas Hawaiʻi di Mānoa mengerahkan perekam bawah air (SoundTraps) di seluruh kepulauan Hawaii untuk mengumpulkan lebih dari 4.500 jam data akustik, yang menghasilkan lebih dari 23.000 rekaman vokalisasi. Analisis mengungkapkan bahwa anjing laut biarawan Hawaii bukanlah makhluk yang diam. Mereka menggunakan suara secara ekstensif, terutama di bawah air, dimana penglihatannya terbatas. Ketergantungan pada akustik membuat komunikasi mereka penting untuk menemukan pasangan, mencari makanan, dan menjaga kohesi sosial.

Repertoar Vokal yang Kompleks

Studi ini mengidentifikasi enam panggilan “elemental” (suara dasar) dan 19 panggilan “kombinasional”—urutan unik dari unit-unit dasar ini yang dirangkai tanpa jeda. Tingkat kerumitan ini tidak biasa di antara pinniped (anjing laut, singa laut, walrus). Salah satu peneliti, Kirby Parnell, menggambarkan kemampuan menggabungkan panggilan sebagai sesuatu yang belum pernah dia amati pada spesies anjing laut lainnya. Misalnya, anjing laut menggabungkan “croak”, “hum”, “growl”, dan “whoop” menjadi vokalisasi berbeda yang mungkin memiliki arti tertentu.

Mengapa Ini Penting: Implikasi Konservasi

Memahami vokalisasi ini sangat penting dalam upaya konservasi. Anjing laut biksu Hawaii adalah spesies terancam punah yang menghadapi ancaman dari aktivitas manusia, termasuk polusi suara. Suara keras di bawah air dari pelayaran, sonar, dan konstruksi dapat mengganggu komunikasi mereka, sehingga menyulitkan mereka menemukan pasangan atau menghindari predator.

Para peneliti menemukan bahwa anjing laut biksu bersuara pada frekuensi rendah (di bawah 1 kHz), yang sangat rentan terhadap gangguan kebisingan yang dihasilkan manusia. Mengetahui hal ini memungkinkan para ilmuwan untuk menilai dampak aktivitas manusia terhadap perilaku dan pendengaran mereka. Studi ini merupakan langkah mendasar untuk melindungi hewan-hewan ini, karena memahami komunikasi mereka sangat penting untuk mengurangi ancaman dan memastikan kelangsungan hidup mereka.

Pengamatan Lapangan Mengonfirmasi Perilaku Vokal

Para ahli seperti Dana Jones, direktur Pelestarian Anjing Laut Biksu Hawaii Ohana, telah lama mengamati sifat vokal anjing laut secara langsung. Ia ingat seekor anjing laut berjuluk “KP2” yang bersuara tak henti-hentinya saat menjadi anak yatim piatu, dan seekor lagi yang bersuara keras saat berburu di kanal setempat sehingga meresahkan warga. Anekdot ini mendukung temuan ilmiah: anjing laut bukan sekadar hewan yang tidur di pantai dengan tenang; mereka aktif berkomunikasi di bawah air.

Masa Depan Penelitian Komunikasi Anjing Laut

Fase penelitian berikutnya melibatkan penggunaan perekam untuk jangka waktu yang lama (hingga satu tahun) untuk mengidentifikasi pola musiman dalam vokalisasi. Para peneliti juga menggunakan alat pelacak yang dipasang di segel dengan kemampuan merekam video dan audio untuk menghubungkan panggilan tertentu dengan perilaku yang diamati, seperti ritual mencari makan atau kawin. Sebuah teori menyatakan bahwa panggilan “merengek” mungkin terkait dengan pencarian makanan.

“Ini adalah studi dasar dan hanya potongan kecil dari keseluruhan teka-teki… Saat bekerja dengan spesies yang terancam punah, kita perlu memahami semua yang kita bisa, dan ini adalah salah satu bagian dari teka-teki tersebut,” kata Kirby Parnell.

Dengan mengungkap rahasia komunikasi anjing laut biksu Hawaii, para ilmuwan berharap dapat lebih memahami perilaku mereka, melindungi mereka dari campur tangan manusia, dan menjamin kelangsungan hidup spesies yang terancam punah ini.

попередня статтяTempat Perlindungan Es di Mars: Habitat yang Layak bagi Astronot Masa Depan?
наступна статтяPemerintahan Trump akan Menutup Pusat Penelitian Atmosfer Nasional