Tipuan yang Dihasilkan AI: Kuda Liar Carolina Utara Tidak Dibungkus dengan Isolasi

14

Sebuah postingan viral di media sosial baru-baru ini secara keliru mengklaim bahwa para sukarelawan di Corolla, North Carolina, membungkus kuda liar dengan insulasi dan lakban untuk melindungi mereka dari suhu dingin yang ekstrim. Postingan tersebut, yang dibagikan secara luas di Facebook, menggambarkan kuda-kuda yang dibungkus dengan bahan termal, sehingga memicu kekhawatiran di antara ribuan pengguna. Namun, keseluruhan cerita hanyalah rekayasa – gambar-gambar tersebut dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).

Klaim Viral

Postingan palsu tersebut, yang dikaitkan dengan organisasi yang tidak ada bernama “Outer Banks People,” meminta sumbangan isolasi dan lakban untuk mendukung upaya mereka. Gambar-gambar tersebut, meskipun tampak realistis, sebenarnya adalah bagian dari tipuan yang didorong oleh AI. Profil di balik postingan tersebut juga menampilkan gambar aneh lainnya yang dihasilkan oleh AI, termasuk hewan pengerat yang mengenakan pakaian penjara dan kuda hibrida sphinx, yang langsung menimbulkan tanda bahaya.

Dibantah oleh Para Ahli

Chris Winter, CEO Corolla Wild Horse Fund, membenarkan bahwa gambar tersebut sepenuhnya palsu. “Sangat disayangkan postingan ini terus dilakukan, karena menimbulkan kekhawatiran yang besar dan meluas terhadap kesejahteraan kuda,” ujarnya. Insiden ini menyoroti betapa mudahnya konten yang dibuat oleh AI dapat menipu publik, meskipun hal tersebut tampak masuk akal.

Meningkatnya Masalah Konten Satwa Liar yang Dihasilkan oleh AI

Hoax ini muncul setelah studi Conservation Biology tahun lalu memperingatkan tentang bahaya gambar satwa liar yang dimanipulasi oleh AI. Penggambaran yang dibuat-buat ini dapat memberikan gambaran yang salah tentang alam dan menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu di kalangan masyarakat. Berbagi konten yang belum terverifikasi tanpa pengawasan dapat menyebarkan informasi yang salah dengan cepat, sehingga merusak kepercayaan terhadap upaya konservasi yang sebenarnya.

Hikmahnya jelas: selalu pertanyakan keaslian konten hewan yang viral sebelum membagikannya.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa informasi visual online tidak selalu seperti yang terlihat, dan evaluasi kritis sangat penting di era media yang dihasilkan oleh AI.