FDA Membalikkan Kursus, Akan Meninjau Vaksin Flu mRNA Moderna

22

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah setuju untuk meninjau ulang vaksin influenza berbasis mRNA Moderna, membalikkan keputusan yang dibuat satu minggu sebelumnya. Penolakan awal bermula dari kekhawatiran terhadap kelengkapan data uji klinis Moderna, namun kini lembaga tersebut menerima revisi permohonan.

Konteks Politik dan Pergeseran Peraturan

Pembalikan ini terjadi di bawah kepemimpinan Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) Robert F. Kennedy, Jr., yang merupakan kritikus vokal terhadap teknologi vaksin mRNA. Departemennya mengawasi FDA, dan sikap skeptisnya menimbulkan pertanyaan tentang pendirian lembaga tersebut sebelumnya. Juru bicara HHS Andrew Nixon menyatakan bahwa diskusi antara FDA dan Moderna mengarah pada “pendekatan peraturan yang direvisi” dan penerapan yang diubah. Pergeseran ini penting mengingat kritik Kennedy Jr. di masa lalu terhadap vaksin mRNA COVID, yang menunjukkan potensi perubahan kebijakan di dalam badan tersebut.

Mengapa Vaksin Flu mRNA Penting

Vaksin Moderna menggunakan teknologi mRNA yang sama dan terbukti efektif pada vaksin COVID-19, yang dianggap telah menyelamatkan jutaan nyawa. Vaksin mRNA bekerja dengan menyuntikkan instruksi genetik yang mengajarkan sel untuk memproduksi protein virus, sehingga memicu respons imun tanpa menimbulkan virus itu sendiri. Metode ini menawarkan beberapa keuntungan:

  • Pembuatan Cepat: vaksin mRNA dapat diproduksi dengan cepat, sehingga memungkinkan respons yang cepat terhadap varian virus yang muncul.
  • Fleksibilitas: Teknologi ini mudah beradaptasi sehingga cocok untuk vaksin terhadap berbagai penyakit, termasuk influenza dan bahkan kanker.

Reaksi dan Implikasi Pakar

Para ahli penyakit menular memandang keputusan FDA sebagai hal yang positif. William Schaffner, seorang profesor di Vanderbilt University Medical Center, menekankan pentingnya penilaian yang adil terhadap vaksin baru. Angie Rasmussen, ahli virologi di Universitas Saskatchewan, menyatakan bahwa manfaat vaksin mRNA lebih besar daripada risikonya.

Robert Hopkins, direktur medis dari National Foundation for Infectious Diseases, menambahkan bahwa vaksin flu mRNA bisa menjadi “langkah maju yang besar” dalam melindungi terhadap influenza yang parah.

Kesediaan FDA untuk meninjau vaksin ini sangatlah penting, karena teknologi mRNA telah membuktikan potensinya dalam respons pandemi dan kini menawarkan jalan menuju perlindungan musiman yang lebih efektif.

Langkah ini menandakan potensi percepatan dalam pengembangan dan ketersediaan vaksin flu generasi mendatang.