Hiu Putih Besar Tidak Selalu Kabur dari Orca: Penelitian Baru Menantang Narasi Predasi

21

Selama beberapa dekade, gambaran hiu putih besar yang melarikan diri karena teror dari orca (paus pembunuh) telah mendominasi narasi dinamika predator puncak di lautan. Meskipun orca dikenal berburu dan membunuh hiu putih besar—menjadikan mereka satu-satunya predator yang mampu melakukan hal tersebut—penelitian baru mengungkapkan bahwa hilangnya hiu tidak selalu dipicu oleh serangan ini.

Hubungan Orca-Hiu: Sejarah Ketakutan

Kekuatan interaksi antara orca dan hiu menjadi sangat jelas pada tahun 2015 ketika wisatawan yang menyelam di dalam kandang di dekat Kepulauan Neptunus, Australia, menyaksikan sekelompok orca yang tampaknya membunuh seekor hiu putih besar. Setelah peristiwa ini, hiu menghilang dari kawasan tersebut selama kurang lebih dua bulan. Hal ini memperkuat gagasan bahwa orca dapat mengusir hiu, bahkan untuk waktu yang lama. Pola serupa telah diamati di Afrika Selatan, sehingga para ilmuwan percaya bahwa predator orca adalah penyebab utama kepergian hiu secara tiba-tiba dari tempat berkumpulnya hiu di pesisir.

Menantang Narasi: Data Jangka Panjang Mengungkapkan Nuansa

Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Wildlife Research menawarkan sebuah tandingan kritis. Para peneliti, yang dipimpin oleh Charlie Huveneers dari Flinders University, menganalisis pelacakan akustik dan catatan penampakan pariwisata selama lebih dari satu dekade. Temuan mereka menunjukkan bahwa hilangnya paus putih besar dalam waktu lama dapat terjadi tanpa kehadiran orca.

Tim tersebut mencatat enam hilangnya hiu dalam waktu lama selama dua belas tahun, dan hanya satu yang terjadi bersamaan dengan aktivitas orca yang terdokumentasi. Hal ini bertentangan dengan penelitian sebelumnya, yang sangat bergantung pada data observasi terisolasi. Huveneers menjelaskan: “Paus pembunuh tidak selalu, atau satu-satunya, penyebab hilangnya hiu putih dalam jangka waktu yang lama.”

Melampaui Predasi: Keberangkatan Alami dan Faktor Lingkungan

Ketidakhadiran terlama yang tercatat dalam penelitian ini terjadi ketika paus pembunuh sama sekali tidak ada. Hal ini menunjukkan bahwa hiu terkadang meninggalkan suatu wilayah karena alasan lain. Keberangkatan jangka pendek dapat dipicu oleh isyarat lingkungan atau bahkan sinyal kimia yang dikeluarkan oleh hiu yang mati (necromones). Hal ini menunjukkan hiu mungkin pergi karena fluktuasi alami dalam ketersediaan mangsa, suhu air, atau faktor lingkungan lainnya, bukan hanya karena takut dimangsa.

Para peneliti menekankan perlunya pemantauan jangka panjang untuk memahami perilaku hiu. Hilangnya Kepulauan Neptunus, yang dulu dianggap disebabkan oleh orca, mungkin saja merupakan peristiwa alami.

“Studi ini menyoroti pentingnya pemantauan jangka panjang untuk memahami pergerakan hiu putih dan ketepatan lokasi, sekaligus menantang gagasan bahwa paus pembunuh selalu atau sepenuhnya bertanggung jawab atas hilangnya hiu dalam waktu lama,” simpul ilmuwan kelautan Lauren Meyer.

Pada akhirnya, data baru ini memberikan pandangan yang lebih kompleks tentang hubungan predator-mangsa di lautan. Meskipun orca memang dapat mempengaruhi perilaku hiu, peran mereka tidak selalu dominan seperti yang diperkirakan sebelumnya. Hiu mungkin hanya mengikuti pola mereka sendiri, didorong oleh faktor-faktor di luar ancaman serangan orca.