Burung Beo Menunjukkan Komunikasi Kompleks yang Menyerupai Bahasa Manusia

12

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa burung amazon bertidur kuning, spesies burung beo yang terancam punah, melakukan duet vokal yang menunjukkan karakteristik yang sangat mirip dengan sintaksis bahasa manusia. Penemuan ini, yang dirinci dalam penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Avian Biology, menyoroti kemampuan komunikasi canggih burung-burung ini dan menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk konservasi mereka.

Menguraikan Kode “Dialek” Burung Beo

Ahli biologi Christine Dahlin dari Universitas Pittsburgh Johnstown memimpin penelitian ini, dengan fokus pada vokalisasi kompleks burung amazon liar bertelinga kuning ( Amazona auropalliata ) di Amerika Tengah. Burung beo ini dikenal karena kemampuannya meniru ucapan manusia, tetapi tujuan komunikasi mereka masih belum jelas.

Tim Dahlin menggunakan perangkat lunak analisis teks (Voyant) untuk membedah “duet kicau” burung beo. Duet ini bukanlah suara acak; mereka terdiri dari 36 jenis panggilan berbeda, membentuk “leksikon” atau kosa kata yang substansial. Panggilan tersebut diatur sedemikian rupa sehingga menyerupai struktur bahasa manusia. Misalnya, panggilan tertentu selalu muncul bersamaan, mencerminkan cara manusia memasangkan kata seperti “rumput” dan “hijau” atau “olahraga” dan “bola”.

Mengapa Ini Penting

Temuan ini penting karena beberapa alasan:

  • Kognisi Hewan: Hal ini menantang pemahaman kita tentang kecerdasan hewan dan menunjukkan bahwa komunikasi kompleks tidak hanya terjadi pada manusia.
  • Spesies yang Terancam Punah: Pola vokal unik burung beo sudah terkena dampak perubahan iklim dan hilangnya habitat. Dialek regional mereka, yang mungkin penting bagi kohesi sosial, kini terancam.
  • Perdagangan Hewan Peliharaan Ilegal: Spesies ini terancam punah karena perburuan untuk perdagangan hewan peliharaan. Dahlin menekankan perlunya melindungi burung-burung ini di lingkungan alaminya dibandingkan menangkapnya untuk kepentingan komersial.

Fleksibilitas Dalam Struktur

Meskipun duet warble mengikuti aturan organisasi yang jelas, mereka juga sangat fleksibel. Tim peneliti mengamati variasi yang signifikan dalam pengaturan panggilan, menunjukkan bahwa burung beo tidak hanya melafalkan rangkaian panggilan yang telah diprogram sebelumnya tetapi juga secara aktif membangun makna dalam komunikasi mereka.

“Kami berharap penelitian ini dapat menyoroti betapa istimewa dan layaknya spesies ini dilindungi,” simpul Dahlin. “Sangat penting bagi Amazon tengkuk kuning untuk dibiarkan berkembang biak dengan damai, agar masyarakat menghargai mereka di lingkungan alaminya, dan tidak mencoba menangkap mereka untuk dijadikan hewan peliharaan.”

Penemuan ini menggarisbawahi perlunya mengenali kompleksitas kognitif burung beo dan memprioritaskan konservasi mereka. Kemampuan komunikasi mereka yang canggih patut dihormati dan dilindungi.

попередня статтяPemerintahan Trump Menghapus Peraturan Merkuri untuk Pembangkit Listrik Tenaga Batubara
наступна статтяObjek Sabuk Kuiper Mengungkapkan Petunjuk Tentang Pembentukan Planet