Katharine Burr Blodgett, seorang ahli fisika dan kimia inovatif, menyembunyikan gejolak batin seumur hidup bahkan ketika dia merevolusi teknologi optik. Penemuan baru-baru ini dari unit penyimpanan keluarga di New Hampshire mengungkap lapisan tersembunyi dalam sejarahnya – sebuah perjuangan yang dengan cermat ia rahasiakan. Kisah ini terungkap melalui kerja teliti tim podcast Wanita Sains yang Hilang, yang menemukan dokumen dan artefak pribadi yang memberikan gambaran mendalam tentang wanita di balik sains.
Sekilas di Balik Fasad
Perjalanan Blodgett tidak semata-mata ditentukan oleh keberhasilan laboratorium. Pada usia 31, ia mengambil akting amatir dengan Schenectady Civic Players, mendapatkan peran “Maggie,” suara hati dalam drama Alice Gerstenberg Overtones. Karakter tersebut mewujudkan monolog internal yang tiada henti, menandakan suara-suara yang nantinya menghantui pikiran Blodgett sendiri. Pengejaran artistik ini, meskipun tampaknya tidak berhubungan, menunjukkan kesadaran mendalam akan jiwanya yang terfragmentasi.
Pencarian Catatan yang Hilang
Investigasi tim podcast membawa mereka ke Deborah Alkema, keponakan perempuan Blodgett, yang memegang kunci arsip yang terlupakan di unit penyimpanan New Hampshire. Di dalamnya, di tengah kepemilikan keluarga selama beberapa dekade, mereka menemukan satu buku catatan laboratorium yang masih ada dari tahun 1918. Kelangkaannya menimbulkan pertanyaan kritis: mengapa hanya sedikit catatan penelitian aslinya yang bertahan?
Jawabannya terletak pada kendali perusahaan. General Electric (GE), tempat Blodgett melakukan pekerjaan perintisnya pada kaca tak kasat mata, tetap mempertahankan kepemilikan atas semua catatan laboratorium sebagai bukti hukum untuk klaim paten. Catatan-catatan ini tidak dianggap berharga di luar fungsi hukumnya, tidak seperti karya rekan-rekan seperti Irving Langmuir, yang buku catatannya kemudian disimpan untuk akses publik.
Kehidupan yang Terungkap dalam Fragmen
Unit penyimpanan tersebut menghasilkan perpaduan yang kacau antara materi pribadi dan profesional: kartu pos dari ibunya, selebaran Zonta Club, laporan pajak, dan, yang lebih meresahkan, kliping koran yang merinci pembunuhan ayahnya. Kumpulan berita tragis yang tiada henti ini menunjukkan adanya kebutuhan mendalam untuk meninjau kembali dan melestarikan trauma yang tidak pernah dia diskusikan secara terbuka.
Menginap di Rumah Sakit Jiwa
Penemuan yang paling mengungkap adalah korespondensi dari Dr. John Whitehorn di Rumah Sakit McLean di Belmont, Massachusetts. Pada tahun 1931, Blodgett dirawat selama dua bulan setelah mengalami halusinasi pendengaran yang luar biasa. Sementara karirnya berlanjut setelah keluar dari rumah sakit, suara-suara itu tetap ada, pertempuran tersembunyi yang dia jalani dalam diam.
Pengungkapan ini mengubah kisah Blodgett. Dia bukan sekadar ilmuwan brilian; dia adalah orang yang bergulat dengan fragmentasi internal, melakukan dialog dengan “suara di belakang panggung” saat dia melakukan penelitian inovatif. Perjuangan ini menggarisbawahi kerugian manusia akibat kemajuan ilmu pengetahuan, dimana kesehatan mental seringkali tersembunyi di balik topeng pencapaian.
Arti Keheningan
Tidak adanya buku catatan laboratorium lainnya, ditambah dengan catatan pribadi yang terfragmentasi, menunjukkan adanya upaya yang disengaja untuk mengendalikan narasinya. Pengarsipan Blodgett yang teliti tentang kehidupannya sendiri, meski tidak lengkap, mengungkapkan seorang wanita yang sangat sadar akan lanskap internalnya sendiri. Satu-satunya buku catatan yang masih ada, disimpan di dekatnya karena alasan yang tidak diketahui, tidak terasa seperti sebuah kecelakaan dan lebih seperti bagian dari diri yang diawetkan dengan hati-hati yang tidak dapat dia rekonsiliasi sepenuhnya.
Kisah Katharine Blodgett adalah pengingat yang kuat bahwa bahkan pikiran yang paling inovatif pun membawa beban yang tidak terlihat. Perjuangannya yang tersembunyi, kini terungkap, memanusiakan warisannya dan menantang mitos ilmuwan yang tidak terikat dan murni rasional. Pencarian kisah lengkapnya terus berlanjut, namun potongan-potongan yang ditemukan telah membentuk kembali pemahaman kita tentang kehidupan dan karyanya.
