Pengaruh musik terhadap perilaku manusia melampaui kenikmatan yang disadari, hingga mencapai respons tubuh yang tidak disengaja. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa orang berkedip mengikuti irama musik, meskipun tidak secara aktif berusaha melakukannya. Penelitian yang dipublikasikan di PLOS Biology ini menunjukkan bahwa tubuh kita dirancang untuk melakukan sinkronisasi dengan ritme.
Ilmu Sinkronisasi Spontan
Para peneliti di Chinese Academy of Sciences menemukan fenomena ini dengan menggunakan teknologi pelacakan mata berkecepatan tinggi. Peserta menunjukkan sinkronisasi kedipan spontan sambil mendengarkan paduan suara Bach, suatu bentuk musik yang dikenal dengan struktur ritmenya yang jelas. Efeknya tidak konstan – kedipan tidak terjadi pada setiap detak jantung, kemungkinan besar untuk menghindari kelelahan – namun cukup konsisten untuk menunjukkan hubungan yang jelas antara ritme pendengaran dan respons fisik yang tidak disengaja.
Sinkronisasi ini memudar ketika musik dipercepat atau ketika mental pendengar terganggu oleh tugas lain, seperti mendeteksi rangsangan visual. Hal ini menyiratkan bahwa mendengarkan secara aktif merupakan prasyarat untuk mendapatkan efek, dengan otak mengalokasikan kembali pemrosesan ritmisnya ke hal apa pun yang paling memerlukan perhatian.
Mengapa Ini Terjadi?
Kaitan antara musik dan gerakan tubuh bukanlah hal baru. Musik mengaktifkan area motorik otak, bahkan mendorong pendengar yang pasif untuk merasakan gerakan internal. Hal ini menjelaskan mengapa orang secara alami menyinkronkan langkah saat berolahraga, mengemudi lebih cepat dengan musik yang energik, dan mengapa musik dapat meningkatkan stabilitas gaya berjalan pada pasien penyakit Parkinson.
Peneliti juga menemukan bahwa musik dapat membangkitkan kecenderungan gerakan tertentu. Musisi pop Jepang membuat lagu yang dirancang untuk menghasilkan gerakan “bopping” vertikal atau “goyangan” horizontal. Ketika non-musisi mendengarkan, mereka secara spontan merasakan dorongan untuk bergerak ke arah yang diinginkan, menunjukkan karakteristik musik tertentu secara inheren memicu respons naluriah.
Sinkronisasi yang tidak disengaja ini menunjukkan betapa dalamnya musik tertanam dalam biologi manusia, bertindak sebagai kekuatan dahsyat yang melampaui kendali kesadaran. Respons otak terhadap ritme tidak hanya bersifat kognitif; itu sangat bersifat fisik.

























