Jumlah toilet yang berfungsi di luar angkasa secara resmi telah mencapai dua digit dengan peluncuran pesawat ruang angkasa Orion milik NASA baru-baru ini. Saat ini, sepuluh toilet telah beroperasi di berbagai platform orbital, menandai kemajuan yang signifikan, meskipun jarang dilaporkan, dalam perjalanan ruang angkasa jangka panjang.
Distribusi Toilet Saat Ini di Orbit
Distribusinya adalah sebagai berikut:
- Kapsul Luar Angkasa Orion: 1
- Kru Naga (ISS): 1
- Soyuz (ISS): 1
- Shenzhou (TSS): 1
- Stasiun Luar Angkasa Tiangong: 2
- Stasiun Luar Angkasa Internasional: 4
Detail yang tampaknya biasa-biasa saja ini menggarisbawahi aspek penting dari eksplorasi ruang angkasa: mempertahankan kehidupan manusia di luar Bumi memerlukan pengelolaan limbah yang canggih. Sistem ini bukan hanya tentang kebersihan; misinya adalah mendaur ulang sumber daya, mengendalikan bau di lingkungan terbatas, dan menjaga kesehatan astronot selama misi jangka panjang.
Kerusakan Awal dan Perbaikan Cepat
Toilet Orion mengalami kerusakan awal tak lama setelah diluncurkan, dengan kipas penampung urinnya macet. NASA merespons dengan cepat, dan tim darat mendiagnosis masalah pengontrol. Astronot dan pengendali misi di Houston berupaya memulihkan sistem tersebut, membuktikan ketahanan teknologi toilet luar angkasa modern. Kemampuan untuk tetap menggunakan toilet untuk membuang sampah selama pemadaman listrik merupakan faktor kunci dalam menjaga kenyamanan kru.
Sistem Pengelolaan Sampah Universal (UWMS)
Toilet pesawat ruang angkasa Orion secara resmi dikenal sebagai Sistem Pengelolaan Sampah Universal (UWMS). Sistem berukuran 5 kaki kubik ini dirancang khusus untuk kondisi gayaberat mikro, menggunakan aliran udara untuk memisahkan urin dan limbah padat. Limbah padat disimpan dalam tabung yang dikontrol baunya, sementara urin yang sudah diolah dibuang ke ruangan setiap hari. Desain “universal” memastikan kompatibilitas dengan pesawat ruang angkasa masa depan dan sistem pendukung kehidupan. NASA juga banyak berinvestasi pada kenyamanan: UWMS menyertakan kursi dan corong yang didesain ulang untuk meningkatkan kegunaan.
Detail Misi Artemis II
Roket Sistem Peluncuran Luar Angkasa (SLS) NASA lepas landas dari Kennedy Space Center pada tanggal 1 April, membawa astronot Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen dalam misi bulan sepuluh hari. Para kru akan melakukan perjalanan sekitar 685.000 mil, berpotensi melampaui rekor Apollo 13 untuk jarak terjauh dari Bumi. Pesawat luar angkasa ini akan menghabiskan satu hari di orbit tinggi Bumi untuk pengujian sebelum melakukan perjalanan menuju bulan pada jarak maksimum 250.000 mil dari planet kita.
Penambahan toilet luar angkasa bukan sekedar peningkatan logistik; ini adalah pengingat bahwa upaya teknologi paling tinggi pun bergantung pada kebutuhan mendasar manusia. Ketika misi luar angkasa semakin panjang dan ambisius, memastikan sistem ini berfungsi dengan baik adalah hal yang sangat penting bagi kesehatan astronot dan keberhasilan misi.


























