Mengapa Malala Yousafzai Menjadi Wajah Pendidikan Anak Perempuan

6

Malala Yousafzai tidak memulai sebagai selebriti global. Dia memulai karirnya sebagai seorang gadis di Lembah Swat Pakistan, berjuang melawan Tehreek-e Taliban Pakistan (TTP) agar pintu sekolahnya tetap terbuka. Kelompok tersebut telah melarang anak perempuan bersekolah. Malala enggan tinggal diam. Dia muncul di televisi BBC. Dia menulis blog untuk perusahaan dengan nama samaran. Dia mendokumentasikan kehidupan di bawah larangan yang berusaha menghapus masa depannya.

Lalu terjadilah penembakan.

Pada tahun 2012, seorang pria bersenjata menaiki bus sekolahnya. Dia menembak kepalanya. Dia berumur lima belas tahun. Dunia menyaksikan dengan ngeri saat dia selamat. Tindakan kekerasan tersebut tidak membungkamnya. Itu memperkuat suaranya. Kisahnya beralih dari perjuangan lokal ke simbol global. Dia menjadi penerima Hadiah Nobel Perdamaian termuda. Advokasinya terhadap hak pendidikan anak perempuan beralih dari postingan blog ke alamat PBB. Upaya untuk membunuhnya karena ingin belajar hanya membuatnya semakin sulit untuk diabaikan.

Saat ini, warisannya bukan hanya tentang kelangsungan hidup. Ini tentang hambatan nyata yang masih dihadapi jutaan anak perempuan. Ini tentang bagaimana satu suara dapat mengubah kebijakan. Ini tentang kekuatan pendidikan sebagai senjata melawan ekstremisme.