Pendaratan NASA di Bulan pada tahun 2028 Terancam Karena Keterlambatan Pengembangan Pakaian Luar Angkasa

23

Tujuan ambisius NASA untuk mengembalikan manusia ke permukaan bulan pada tahun 2028 menghadapi rintangan yang signifikan. Sebuah laporan baru dari Kantor Inspektur Jenderal (OIG) badan tersebut memperingatkan bahwa penundaan dalam pengembangan pakaian antariksa generasi berikutnya dapat menggagalkan misi Artemis IV dan membuat astronot tidak memiliki peralatan penting untuk eksplorasi bulan.

Perlunya Modernisasi

Urgensi peralatan baru berasal dari kesenjangan teknologi yang kritis. Pakaian aktivitas ekstravehicular (EVA) NASA saat ini, yang digunakan untuk berjalan di luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), merupakan teknologi tua yang didasarkan pada desain lebih dari 50 tahun yang lalu. Pakaian tersebut belum mengalami peningkatan besar dalam dua dekade terakhir, dan pakaian era Apollo yang digunakan pada tahun 1960an dan 70an sudah ketinggalan zaman untuk misi modern.

Untuk mengatasi hal ini, NASA menandatangani kontrak berisiko tinggi senilai hingga $3,1 miliar untuk mengembangkan pakaian baru untuk gayaberat mikro (ISS) dan lingkungan bulan. Namun, strategi pengalihan pembangunan ke sektor swasta menemui hambatan besar:

  • Pergeseran Kontrak: Awalnya, NASA bermitra dengan Axiom Space dan Collins Aerospace. Namun, Collins Aerospace menarik diri pada tahun 2024 setelah gagal memenuhi tenggat waktu ketat NASA.
  • Penyedia Tunggal: Axiom Space kini menjadi satu-satunya perusahaan yang tersisa untuk memenuhi persyaratan penting ini.
  • Jadwal Waktu yang Tidak Realistis: Laporan OIG mencirikan jadwal NASA sebelumnya—yang ditujukan untuk demonstrasi pakaian bulan pada tahun 2025 dan pengujian ISS pada tahun 2026—sebagai “terlalu optimis dan pada akhirnya tidak dapat dicapai.”

Risiko Strategis dan Persaingan Sektor Swasta

Laporan OIG menyoroti perubahan mendasar dalam cara NASA mengelola perangkat keras yang sangat penting. Daripada mengembangkan pakaian ini sendiri, NASA memilih untuk menyewa dari kontraktor swasta. Keputusan ini didorong oleh fakta bahwa hanya terdapat sedikit pasar komersial untuk pakaian antariksa khusus, sehingga pengembangan in-house merupakan upaya finansial yang sangat besar.

Namun, ketergantungan pada jumlah kontraktor yang terbatas menimbulkan hambatan. Sementara Axiom Space bekerja untuk memenuhi tenggat waktu, pemain lain bermunculan:
SpaceX telah mengembangkan pakaian gayaberat mikronya sendiri, yang diuji selama misi pribadi Polaris Dawn pada tahun 2024.
– SpaceX telah mengindikasikan bahwa desainnya berpotensi diadaptasi untuk penggunaan di bulan, sehingga menghadirkan alternatif potensial jika garis waktu Axiom terus meleset.

Masalah “Kemacetan”.

Keterlambatan dalam pengembangan pakaian menimbulkan efek domino bagi keseluruhan program Artemis. Jika Axiom Space tidak dapat mengejar ketertinggalannya, laporan tersebut memperingatkan bahwa pakaian baru mungkin belum siap hingga 2031, sehingga tidak dapat melakukan pendaratan di bulan pada tahun 2028 dan masa pensiun ISS pada tahun 2030.

Para ahli berpendapat bahwa pakaian antariksa sering kali menjadi “kepingan terakhir dari teka-teki” dalam penerbangan antariksa manusia, dan pengembangannya sangat sulit karena harus berintegrasi secara sempurna dengan sistem lain yang belum terselesaikan.

“Laporan ini membuat saya bertanya-tanya apa hambatan utama dalam pendaratan berawak di bulan pada tahun 2028: sistem pendaratan atau pakaian EVA,” kata sejarawan luar angkasa Jordan Bimm.

Tantangannya ada dua:
1. Integrasi: Desain akhir pendarat bulan Artemis masih dalam tahap penentuan, sehingga sulit untuk merancang pakaian yang cocok dan berfungsi secara mulus dengan pesawat tersebut.
2. Keberlangsungan Misi: Tanpa pakaian EVA yang berfungsi, pendaratan di bulan akan kehilangan banyak nilai ilmiah dan eksplorasinya, karena astronot tidak akan dapat melangkah ke permukaan.

Kesimpulan

NASA terjebak dalam perlombaan yang rumit untuk memodernisasi perangkat kerasnya sambil mengelola rantai pasokan kontraktor swasta yang terfragmentasi. Untuk memastikan misi Artemis berhasil, badan tersebut harus menemukan cara untuk menyinkronkan pengembangan pakaian dengan desain pendarat bulan yang terus berkembang dan perubahan jadwal mitra komersialnya.

попередня статтяMenyelamatkan Kelompok Rentan: Perjuangan Menyelamatkan Anak Singa Gunung yang Yatim Piatu
наступна статтяMathNet: Repositori Global Baru Membuka Masalah Matematika Terberat di Dunia